Pages

Geography Education.

Di Blog ini Saya share berbagai informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan khususnya Geography Education

Thursday, December 13, 2012

Analisis Alih Fungsi Lahan Hutan di Sub DAS BRANTAS HULU

Oleh: Ratri Wulandari
1.    LATAR BELAKANG
Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan struktur perekonomian, kebutuhan lahan untuk kegiatan pertanian cenderung meningkat. Kecenderungan tersebut menyebabkan alih fungsi lahan hutan sulitdihindari. Pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini mencapai 1,49%. Denganpertumbuhan tetap saja, akan membawa konsekuensi kebutuhan beras Indonesia pada 2035 mencapai 47,84 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut, diperlukan penambahan 5,3 juta ha sawah baru dari 13 juta ha sawah yang ada sekarang.Tingginya jumlah dan kepadatan penduduk membuat lingkungan Pulau Jawa mengalami tekanan hebat. Lahan yang ada tidak mampu menyediakan semua kebutuhan penduduk. Selain akan mengurangi kualitas hidup penduduk,bencana lingkungan akibat ulah manusia, seperti banjir dan tanah longsor, juga akan semakin sering terjadi. Dalam waktu 80 tahun, penduduk di Jawa naik lebih dari tiga kali lipat. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, jumlah penduduk di Jawa, yang hanya 41,9 juta jiwa pada 1930, melonjak jadi 136,6 juta jiwa pada2010. Padahal, luas Jawa yang hanya 6,79% dari luas daratan Indonesia tidak pernah bertambah. Hal ini berarti pertumbuhan penduduk bersifat linier positif sedangkan luas lahan pertanian mempunyai koefisien regresi mendekati angka nol.
Beberapa kasus menunjukkan jika di suatu lokasi terjadi alih fungsi lahan,maka dalam waktu yang tidak lama lahan di sekitarnya juga beralih fungsi secara progresif. Hal tersebut disebabkan oleh dua faktor. Pertama, sejalan dengan pembangunan kawasan perumahan atau industri di suatu lokasi alih fungsi lahan, maka aksesibilitas di lokasi tersebut menjadi semakin kondusif untukpengembangan industri dan pemukiman yang akhirnya mendorong meningkatnya permintaan lahan oleh investor lain atau spekulan tanah sehingga harga lahan disekitarnya meningkat. Kedua, peningkatan harga lahan selanjutnya dapat merangsang petani lain di sekitarnya untuk menjual lahan. Pada umumnya lahan yang paling rentan terhadap alih fungsi adalah hutan. Hal tersebut disebabkan oleh kepadatan penduduk di pedesaan yang mempunyai agroekosistem dominan sawah pada umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan agroekosistem lahan kering, sehingga tekanan penduduk atas lahan juga lebih tinggi.
Maraknya fenomena alih fungsi lahan hutan seharusnya menjadi perhatian dari semua pihak. Sebagai contoh, data terakhir dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, Departemen Pertanian (Dirjen PLA, 2005) menunjukkanbahwa sekitar 187.720 ha sawah beralih fungsi ke penggunaan lain setiap tahunnya. Lebih mengkhawatirkan lagi, data dari DirektoratmPenatagunaan Tanah Badan Pertanahan Nasional menjelaskan bahwa jika arahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada pada saat ini tidak ditinjau kembali, maka akan semakin banyak terjadi pengalifungsikan lahan hutan menjadi lahan pertanian. Sebenarnya berbagai kebijakan yang berkaitan dengan masalah pengalihan fungsi lahan hutan sudah banyak dibuat. Untuk itu dilakukan analisis tentang pengalihan fungsi lahan hutan di Sub DAS Brantas Hulu khususnya pada tahun 1997 – 2011, karena pada tahun 1997 – 2011 banyak sekali terjadi pengaliahn fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan lahan kering (ladang)

2.    ANALISIS PENGALIHAN FUNGSI LAHAN HUTAN
2.1 Analisis Pengalihan Fungsi Lahan Hutan Di Sub DAS Brantas Hulu
Pada Sub DAS Brantas Hulu Tahun 1997, hutan merupakan jenis penggunaan lahan yang terluas yaitu 4.859,888 Ha, sedangkan pada tahun 2006, Sub DAS Brantas Hulu mengalami penyempitan lahan, yaitu seluas  4.337, 681 Ha dan pada tahun 2011 seluas 4.118, 367 Ha. Hal ini ditandai dengan semakin lama luas lahan hutan di Sub DAS Brantas hulu mengalami penyempitan lahan. Penyempitan lahan banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor, diantaranya adalah pengalihan fungsi lahan menjadi tanah pertanian, semak belukar dan tanah ladang atau tegalan.
Pada tahun 1997 – 2006 hutan di sub DAS Brantas hulu mengalami penyempitan lahan seluas 522.207 Ha. Pengalihan fungsi lahan ini digunakan sebagai lahan pertanian. Pengalihan fungsi lahan ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar sub DAS Brantas hulu. Sedangkan pada tahun 2006 – 2011, hutan di sub DAS Brantas hulu mengalami penyempitan lahan seluas 219.314 Ha. Pengalihan fungsi lahan ini diantaranya digunakan untuk semak belukar seluas 219,278 Ha dan untuk kawasan budidaya pertanian seperti ladang/tegalan dan kebun seluas 0,036 Ha. Pengalihan fungsi lahan ini bertujuan untuk .....
Pengalihan fungsi lahan hutan di sub DAS Brantas hulu dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah sebagian besar masyarakat yang hidup di sekitar sub DAS Brantas hulu menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Bappeda Kota Batu bersama Dinas Kehutanan menjelaskan bahwa terjadinya perubahan penggunaan lahan ini disebabkan perambahan hutan secara besar-besaran oleh masyarakat di sekitar hutan setelah orde reformasi.



2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Penggunaan Lahan
Sebagian penduduk mengalihfungsikan hutan untuk dijadikan kebun dan tanah ladang/tegalan. Pengalihfungsikan hutan ini bertujuan untuk pengembangan kebun apel karena sebagian besar masyarakat bekerja pada sektor pertanian. Faktor ekonomi sangat berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan yang terjadi. Peningkatan pendapatan masyarakat merupakan alasan utama penduduk untuk mengalihfungsikan lahan hutan menjadi tanah pertanian, semak belukar dan tanah ladang atau tegalan.
Pada umumnya penduduk berpendapat bahwa produktivitas lahan akan meningkat apabila suatu lahan dialihfungsikan untuk penggunaan lahan yang lainnya atau dengan menambah luas lahan pertanian yang sebelumnya telah mereka usahakan. Tingginya ketergantungan penduduk pada lahan pertanian menyebabkan seluruh kebutuhan hidupnya diarahkan pada tingginya produktivitas lahan untuk mendapatkan hasil secara maksimal tanpa memperhatikan pelestarian sumber daya lahan. Keadaan demikian menyebabkan semakin cepatnya kerusakan lahan yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas lahan.

2.3    Penyalahgunaan HPH (Hak Pengusahaan Hutan)
HPH (Hak Penguasaan hutan) merupakan suatu ijin usaha Perhutani kepada instansi untuk mengelolah hutan di suatu kawasan hutan produksi yang meliputi kegiatan penanaman, pengolahan, dan pemasaran hasil hutan.
Kegiatan yang dilakukan masyarakat sekitar hutan 1997 – 2011 seperti perubahan lahan yang seharusnya difungsikan sebagai zone penghijauan/reboisasi saat ini berkembang menjadi lahan pertanian sayuran dan ladang kering. Lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait terutama Perhutani pada kawasan sub DAS Brantas Hulu mempermudah masyarakat untuk merambah hutan dan mengalihfungsikannya sedikit demi sedikit. Faktor penyalahgunaan HPH pada sub DAS Brantas Hulu memiliki tingkat persentase 13,34%. Faktor berikutnya yang berpengaruh terhadap perubahan penggunaan lahan hutan di Sub DAS Brantas Hulu adalah pembangunan kawasan pemukiman dan areal terbangun lainnya.
Pembangunan pemukiman ini dapat dilakukan oleh individu ataupun oleh para pengembang. Tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di wilayah Sub DAS Brantas Hulu saat ini telah mendorong konversi lahan sawah menjadi kawasan pemukiman. Keadaan serupa juga terjadi pada lahan yang memiliki fungsi kawasan lindung dan zona reboisasi dibangun menjadi villa-villa mewah. Selain pembagunan kawasan pemukiman juga ditemukan pembangunan kawasan peternakan baru yang telah mengkonversi tegalan untuk penggunaan lahan baru ini. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan kawasan pemukiman dan areal terbangun lainnya merupakan faktor terendah, namun demikian lahan terbangun diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan laju peningkatan penduduk.






























DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Samsul.Dampak Alih Fungsi Lahan Hutan Menjadi Lahan Pertanian di DAS Brantas Bagian Hulu.2012.(Makalah tidak di terbitkan):Universitas Brawijaya

Irawan, Listyo Yudha. 2011.Deteksi Perubahan Penggunaan Lahan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) Di Sub Das Brantas Hulu. (skripsi tidak diterbitkan):
Universitas Negeri Malang.

Kurdianto, Doni. Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Tanaman Kelapa Sawit.diakses tanggal 18 september 2012.(online):http://uripsantoso.wordpress.com

Priyatno, Supena dkk.Perkembangan Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konversi Lahan Hutan.diakses tanggal 18 september 2011.(online):http://

No comments:

Post a Comment