Pages

Geography Education.

Di Blog ini Saya share berbagai informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan khususnya Geography Education

Saturday, December 29, 2012

Latar Belakang Analisis Bahan Ajar Geografi

oleh: Ratri Wulandari
A.    Latar Belakang
Sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari buku, perpustakaan, lingkungan tempat belajar, orang yang ahli, dan dari peristiwa yang terjadi. Degeng (1990) menjelaskan bahwa "sumber belajar mencakup semua sumber yang dapat dipergunakan oleh siswa agar terjadi proses belajar. Dalam proses belajar, komponen sumber belajar dimanfaatkan secara tunggal maupun secara kombinasi".
Masalah yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran adalah memilih dan menentukan bahan ajar yang tepat dalam proses pembelajaran untuk  membantu siswa mencapai kompetensi. Hal ini disebabkan karena dalam kurikulum atau silabus, materi bahan ajar hanya dituliskan secara garis besar dalam bentuk materi pokok. Selanjutnya menjadi tugas guru untuk menjabarkan materi pokok tersebut sehingga menjadi bahan ajar yang lengkap. Secara umum masalah pemilihan bahan ajar meliputi cara penentuan jenis materi, kedalaman, ruang lingkup, urutan penyajian, perlakuan (treatment) terhadap materi pembelajaran, dan sebagainya. Masalah lain yang berkenaan dengan bahan ajar adalah memilih sumber di mana bahan ajar itu didapatkan. Ada kecenderungan sumber bahan ajar dititikberatkan pada buku. Padahal banyak sumber bahan ajar selain buku yang dapat digunakan. Bukupun tidak harus satu macam dan tidak harus sering berganti. Berbagai buku dapat dipilih sebagai sumber bahan ajar.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dibutuhkan buku teks yang berkualitas. Berdasarkan pendapat Indrajit (2009) bahwa "buku teks yang baik adalah buku teks yang isinya harus mencakup semua standar kompetensi sesuai tuntutan standar isi, penyajiannya menarik, bahasanya baku, serta ilustrasi menarik dan tepat". Dengan buku teks yang baik, diharapkan proses pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa bisa optimal mencapai standar kompetensi lulusan.
Buku teks merupakan komponen penting dalam setiap kegiatan pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pendapat Indrajit (2009) bahwa "buku teks pelajaran memiliki peran penting dalam sistem pendidikan nasional, karena buku teks merupakan satu komponen penting dalam proses pembelajaran". Tujuan penggunaan buku teks, yaitu sebagai alat pendukung dalam kegiatan pembelajaran agar dapat berlangsung dengan lancar, serta tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai oleh siswa.
Sebagian besar guru cenderung memanfaatkan buku teks dalam pembelajaran dan guru sebagai sumber belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington (1984) bahwa "dari sekian banyak sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimanfaatkan". Keadaan ini membuat semakin parah pemanfaatan buku sebagai sumber belajar yang masih bergantung pada kehadiran guru. Berdasarkan pendapat Zevin (dalam Purwanto, 2001) bahwa "guru IPS pada umumnya bergantung pada buku teks sebagai bagian utama pengajaran mereka.Walaupun para guru, termasuk guru Geografi sangat bergantung pada buku teks, kondisi buku teks yang ada belum menunjukkan buku yang berkualitas". Selain digunakan oleh para guru, siswa juga menggunakan buku teks dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Tujuan penggunaan buku tersebut untuk menambah penjelasan yang tidak diperolehnya dari guru pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung di sekolah.
Apabila buku teks yang digunakan oleh siswa tersebut banyak terdapat kesalahan konsep, maka dapat berakibat pada pemahaman siswa tentang konsep sehingga terjadi perbedaan pemahaman antara pemahaman siswa dengan materi yang dimaksudkan dalam buku teks tersebut. Mengingat pentingnya konsep yang terdapat di dalam buku teks, konsep di setiap buku teks hendaknya harus sesuai dengan kepustakaan geografi sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda antara penyusun dengan guru dan siswa yang menggunakan buku teks tersebut. Namun kenyataannya, banyak buku teks yang beredar kurang memperhatikan kebenaran konsep. Berdasarkan penelitian Purwanto (2001) bahwa "kondisi buku teks IPS Geografi masih memprihatinkan, karena disamping banyak mengandung kesalahan, juga hanya berisi pesan pembelajaran geografi tingkat rendah, pengetahuan dan pemahaman belum mencapai tingkat pemecahan masalah".
Berdasarkan hasil observasi, materi yang terdapat dalam buku teks tersebut khususnya pada standart kompetensi konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek geografi  masih terdapat banyak kesalahan, misalnya berupa kesalahan konsep. Salah satu kesalahan konsep yang terdapat dalam buku teks tersebut, misalnya:
"Geografi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari/mengkaji bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya, seperti penduduk, fauna, flora, iklim, udara, dan segala interaksinya" (Wardiyatmoko, 2006).

Contoh kesalahan konsep di atas tidak sesuai dengan salah satu indikator pembelajaran yang ada di dalam silabus KTSP. Salah satu  indikator pembelajaran silabus KTSP adalah menganalisa konsep dasar geografi hasil Seminar Lokakarya Semarang pada tahun 1988, yaitu geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta interaksi antara manusia dengan lingkungan dalam konteks keruangan dan kewilayahan.
Sesuai dengan pentingnya buku teks dalam proses pembelajaran, maka diperlukan buku teks yang penjabaran materi dan kegiatan pembelajarannya sesuai dengan kurikulum. Kesesuaian materi dan kegiatan pembelajaran dengan kurikulum dapat dilihat dari kesesuaian materi dan kegiatan pembelajaran yang terdapat didalam silabus. Selain kebenaran konsep, fungsi gambar juga mempunyai peranan yang sangat penting. Fungsi utama gambar dalam buku teks adalah memberikan tambahan penjelasan sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan ingatan mengenai informasi yang terdapat didalam buku teks. Berdasarkan pendapat Sumarmi (2004) bahwa "dalam buku teks untuk membantu siswa menghafal fakta, memahami konsep, dan generalisasi disajikan gambar, tetapi masih banyak gambar yang disajikan tanpa penjelasan sehingga tidak berfungsi".
 Atas dasar kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam buku teks tersebut, diperlukan analisis buku teks. Analisis tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas buku teks yang beredar di pasaran. Berdasarkan hasil observasi dan dari kesalahan-kesalahan yang telah diuraikan di atas, maka di asumsikan bahwa di dalam buku teks Geografi SMA kelas X semester I yang diterbitkan oleh penerbit Erlangga tahun terbit 2006 masih terdapat banyak kesalahan, baik ketidaksesuaian materi dengan kurikulum, ketidaksesuaian konsep dengan kepustakaaan geografi, serta fungsi gambar sehingga buku teks Geografi SMA kelas X semester I yang diterbitkan oleh penerbit Erlangga tahun terbit 2006 perlu dianalisis lebih lanjut.

No comments:

Post a Comment