A.
Latar
Belakang
Sumber belajar merupakan salah satu komponen
penting dalam pembelajaran. Sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai sumber,
baik dari buku, perpustakaan, lingkungan tempat belajar, orang yang ahli, dan
dari peristiwa yang terjadi. Degeng (1990)
menjelaskan bahwa "sumber belajar mencakup semua sumber yang dapat
dipergunakan oleh siswa agar terjadi proses belajar. Dalam proses belajar,
komponen sumber belajar dimanfaatkan secara tunggal maupun secara kombinasi".
Untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dibutuhkan buku teks yang berkualitas. Berdasarkan
pendapat Indrajit (2009) bahwa "buku teks yang baik adalah buku teks yang isinya
harus mencakup semua standar kompetensi sesuai tuntutan standar isi,
penyajiannya menarik, bahasanya baku, serta ilustrasi menarik dan tepat".
Dengan buku teks yang baik, diharapkan proses pembelajaran yang dilakukan guru
dan siswa bisa optimal mencapai standar kompetensi lulusan.
Buku
teks merupakan komponen penting dalam setiap kegiatan pembelajaran berlangsung.
Berdasarkan pendapat Indrajit (2009) bahwa
"buku teks pelajaran memiliki peran penting dalam sistem pendidikan
nasional, karena buku teks merupakan satu komponen penting dalam proses
pembelajaran". Tujuan
penggunaan buku teks, yaitu sebagai alat pendukung dalam kegiatan pembelajaran
agar dapat berlangsung dengan lancar, serta tujuan pembelajaran yang diharapkan
dapat tercapai oleh siswa.
Sebagian besar guru
cenderung memanfaatkan buku teks dalam pembelajaran dan guru sebagai sumber
belajar utama. Ungkapan ini diperkuat oleh Parcepal dan Ellington (1984) bahwa "dari
sekian banyak sumber belajar hanya buku teks yang banyak dimanfaatkan". Keadaan
ini membuat semakin parah pemanfaatan buku sebagai sumber belajar yang masih
bergantung pada kehadiran guru. Berdasarkan pendapat Zevin (dalam Purwanto, 2001) bahwa "guru IPS pada umumnya bergantung pada buku teks
sebagai bagian utama pengajaran mereka.Walaupun para guru, termasuk guru
Geografi sangat bergantung pada buku teks, kondisi buku teks yang ada belum menunjukkan
buku yang berkualitas". Selain
digunakan oleh para guru, siswa juga menggunakan buku teks dalam setiap
kegiatan pembelajarannya. Tujuan penggunaan buku tersebut untuk menambah
penjelasan yang tidak diperolehnya dari guru pada saat kegiatan pembelajaran
berlangsung di sekolah.
Apabila
buku teks yang digunakan oleh siswa tersebut banyak terdapat kesalahan konsep,
maka dapat berakibat pada pemahaman siswa tentang konsep sehingga terjadi
perbedaan pemahaman antara pemahaman siswa dengan materi yang dimaksudkan dalam
buku teks tersebut. Mengingat pentingnya konsep yang terdapat di dalam buku
teks, konsep di setiap buku teks hendaknya harus sesuai dengan kepustakaan
geografi sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang berbeda antara penyusun
dengan guru dan siswa yang menggunakan buku teks tersebut. Namun kenyataannya,
banyak buku teks yang beredar kurang memperhatikan kebenaran konsep. Berdasarkan
penelitian Purwanto (2001) bahwa "kondisi buku teks IPS Geografi masih
memprihatinkan, karena disamping banyak mengandung kesalahan, juga hanya berisi
pesan pembelajaran geografi tingkat rendah, pengetahuan dan pemahaman belum
mencapai tingkat pemecahan masalah".
Berdasarkan hasil observasi, materi yang terdapat dalam buku teks tersebut
khususnya pada standart kompetensi konsep, pendekatan,
prinsip, dan aspek geografi masih terdapat banyak kesalahan, misalnya
berupa kesalahan konsep. Salah satu kesalahan konsep yang terdapat dalam buku
teks tersebut, misalnya:
"Geografi
dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari/mengkaji bumi dan segala
sesuatu yang ada di atasnya, seperti penduduk, fauna, flora, iklim, udara, dan
segala interaksinya" (Wardiyatmoko, 2006).
Contoh kesalahan konsep di atas
tidak sesuai dengan salah satu indikator pembelajaran yang ada di dalam silabus
KTSP. Salah satu indikator pembelajaran
silabus KTSP adalah menganalisa konsep dasar geografi hasil Seminar Lokakarya
Semarang pada tahun 1988, yaitu geografi merupakan ilmu yang mempelajari
tentang persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan di muka bumi serta
interaksi antara manusia dengan lingkungan dalam konteks keruangan dan
kewilayahan.
Sesuai
dengan pentingnya buku teks dalam proses pembelajaran, maka diperlukan buku teks
yang penjabaran materi dan kegiatan pembelajarannya sesuai dengan kurikulum.
Kesesuaian materi dan kegiatan pembelajaran dengan kurikulum dapat dilihat dari
kesesuaian materi dan kegiatan pembelajaran yang terdapat didalam silabus.
Selain kebenaran konsep, fungsi gambar juga mempunyai peranan yang sangat
penting. Fungsi utama gambar dalam buku teks adalah memberikan tambahan
penjelasan sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan ingatan mengenai informasi
yang terdapat didalam buku teks. Berdasarkan pendapat Sumarmi (2004) bahwa "dalam
buku teks untuk membantu siswa menghafal fakta, memahami konsep, dan generalisasi
disajikan gambar, tetapi masih banyak gambar yang disajikan tanpa penjelasan
sehingga tidak berfungsi".
Atas dasar kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalam
buku teks tersebut, diperlukan analisis buku teks. Analisis tersebut bertujuan
untuk memperbaiki kualitas buku teks yang beredar di pasaran. Berdasarkan hasil
observasi dan dari kesalahan-kesalahan yang telah diuraikan di atas, maka di
asumsikan bahwa di dalam buku teks Geografi SMA kelas X semester I yang
diterbitkan oleh penerbit Erlangga tahun terbit 2006 masih terdapat banyak
kesalahan, baik ketidaksesuaian materi dengan kurikulum, ketidaksesuaian konsep
dengan kepustakaaan geografi, serta fungsi gambar sehingga buku teks Geografi
SMA kelas X semester I yang diterbitkan oleh penerbit Erlangga tahun terbit
2006 perlu dianalisis lebih lanjut.
No comments:
Post a Comment