Pages

Geography Education.

Di Blog ini Saya share berbagai informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan khususnya Geography Education

Wednesday, May 22, 2013

HUBUNGAN ANTARA CARA PENAMBANGAN, LAMA PENAMBANGAN, DAN PERILAKU MASYARAKAT PENAMBANG BAHAN GALIAN GOLONGAN C TERHADAP KONDISI DAERAH ALIRAN SUNGAI GERINDULU DI PACITAN





A.  Latar Belakang Masalah
Sumberdaya alam merupakan faktor yang mempengaruhi kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan, manusia tidak dapat hidup tanpa adanya sumberdaya alam. Ketergantungan manusia akan sumberdaya alam berpengaruh terhadap pola pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam. Di Indonesia, sebagai negara sedang berkembang pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan semakin meningkatnya kebutuhan sandang, pangan, papan, air bersih, dan energi. Hal ini mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam semakin tinggi serta menyebabkan penduduk cenderung mengabaikan aspek-aspek lingkungan hidup.
Eksploitasi sumber daya alam akan berdampak pada penurunan kelestarian sumber daya alam dan fungsi lingkungan. Selain itu, pertambahan jumlah penduduk dengan segala konsekuensinya akan memerlukan lahan yang luas untuk melakukan aktivitas dalam memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan adanya pengelolaan dan pemanfaatan yang baik terhadap sumberdaya alam mineral. Pengelolaan dan pemanfaatan yang baik terhadap sumberdaya alam mineral menjadi faktor penentu keberlanjutan dari lingkungan hidup dan aktivitas kehidupan manusia ke depannya.
Kerusakan lingkungan karena eksploitasi lahan juga terjadi di kabupaten Pacitan. Jumlah penduduk yang terus meningkat dalam kondisi ekonomi yang rendah mengakibatkan masyarakat mengubah lahan pertanian menjadi pertambangan bahan galian golongan C, yakni batu dan pasir tanpa memperhatikan konservasi lahan. Hal ini terjadi di Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan.
Kebutuhan bahan galian untuk konstruksi dan industri, seperti bahan galian golongan C semakin meningkat seiring dengan berkembangnya pembangunan berbagai sarana maupun prasarana fisik, seperti jalan, jembatan, gedung perkantoran, perumahan, serta berbagai industri yang memerlukan bahan galian seperti bahan baku ataupun bahan campuran untuk produknya. Tingginya permintaan bahan galian tersebut memacu kegiatan pertambangan. Pertambangan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi pekerjaan pencarian, penyelidikan, penambangan, pengolahan, dan penjualan bahan galian hasil tambang yang memiliki nilai ekonomi.
Bahan galian golongan C memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan perekonomian, baik dalam skala daerah maupun dalam skala nasional. Bahan galian golongan C mempunyai akses dan peran penting dalam mendukung kelangsungan sektor industri dan manufaktur. Bahan galian golongan C dapat menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat melalui proses pengambilan. Selain itu dapat juga melalui proses pembuatan atau produksi dalam industri infrastruktur, terutama masyarakat kecil yang berpenghasilan rendah. Bahan galian golongan C dapat dijadikan alternatif dalam pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, serta mengatasi masalah pengangguran.
Industri pertambangan merupakan industri yang penuh dengan kontroversi. Industri pertambangan mempunyai potensi besar untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Namun, di sisi lain industri juga menimbulkan berbagai perubahan lingkungan yang mengancam kelestarian lingkungan.
Kabupaten Pacitan merupakan daerah yang mempunyai sumber daya alam mineral yang melimpah. RPJMD Kabupaten Pacitan tahun 2006-2011 menyebutkan bahwa presentase sebaran bahan galian sebagai salah satu mata pencaharian yang ada di Kabupaten Pacitan sebesar 31,6% dari keseluruhan mata pencaharian yang ada. Daerah Aliran Sungai Gerindulu merupakan sungai terbesar di Kabupaten Pacitan yang didalamnya terkandung banyak material bahan galian. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pacitan merupakan daerah yang kaya akan potensi bahan galian khususnya batu dan pasir. Salah satu usaha yang dilakukan oleh masyarakat sekitar kawasan daerah Aliran Sungai Gerindulu adalah penambangan rakyat batu koral dan pasir yang dilakukan oleh masyarakat sekitar. Bahan utamanya adalah batu dan pasir sebagai endapan yang ada disekitar daerah aliran sungai Gerindulu.
Kecamatan Pacitan merupakan salah satu daerah penghasil batu koral dan pasir yang ada di Kabupaten Pacitan. Kecamatan memiliki penduduk sebesar 1.926 jiwa yang terdiri dari 912 jiwa laki-laki dan 1.014 jiwa wanita. Penambangan batu koral di Kecamatan Pacitan sebagian besar dilakukan oleh masyarakat sekitar.
Penambangan batu koral yang dilakukan oleh masyarakat ini dikarenakan pada tuntutan hidup yang meningkat. Faktor utama yang mempengaruhinya, yaitu rusaknya lahan pertanian yang mereka miliki, tidak adanya pekerjaan lain, kurangnya SDM, dan kondisi ekonomi keluarga. Penambangan ini merupakan bentuk nyata dari usaha masyarakat karena kurangnya kesempatan kerja yang mereka peroleh pada bidang pekerjaan lain. Pendapatan sebagian besar masyarakat di bawah rata-rata, yaitu Rp. 735.125 dari pendapatan Kecamatan Pacitan sebesar Rp. 850.000 merupakan faktor pendorong utama masyarakat melakukan pekerjaan yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kondisi ekonomi keluarga.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu diadakan penelitian tentang pengaruh penambangan bahan galian golongan C terhadap kerusakan lingkungan di Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan.

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah hubungan antara cara penambangan bahan galian golongan C dengan kondisi lingkungan di Daerah Aliran Sungai Gerindulu?
2.    Bagaimanakah hubungan antara lama penambangan bahan galian golongan C dengan kondisi lingkungan di Daerah Aliran Sungai Gerindulu?
3.    Bagaimanakah hubungan antara perilaku masyarakat penambang bahan galian golongan C dengan kondisi lingkungan di Daerah Aliran Sungai Gerindulu?

C.  Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk:
1.   Menganalisis hubungan antara cara penambangan bahan galian golongan C dengan kondisi lingkungan di Daerah Aliran Sungai Gerindulu.
2.   Menganalisis hubungan antara lama penambangan bahan galian golongan C dengan kondisi lingkungan di Daerah Aliran Sungai Gerindulu.
3.   Menganalisis hubungan antara perilaku masyarakat penambang bahan galian golongan C dengan kondisi lingkungan di Daerah Aliran Sungai Gerindulu.

No comments:

Post a Comment