1.
Bagaimana
keterkaitan problematika pendidikan bidang studi pendidikan Geografi antara
pendidikan tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi?
Setiap siswa
mempunyai karakter yang berbeda-beda dalam menerima materi pelajaran. Ada siswa
yang cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru, ada siswa yang
sedang-sedang saja, dan ada siswa yang lambat menerima materi pelajaran. Oleh
karena itu peranan guru dalam pembelajaran sangatlah penting. Meskipun dalam
kelas yang sama, materi yang sama, serta kelas berbentuk klasikal yang di
dalamnya terdapat berbagai macam karakter siswa, guru di tuntut untuk bisa
memahami setiap individu siswanya. Hal ini bertujuan agar siswa merasa
diperhatikan oleh gurunya, apapun keadaannya siswa tersebut. Sehingga siswa
merasa nyaman dalam belajar geografi.
Hubungan antara
karakter siswa dengan keluasan dan kedalaman materi geografi yang harus
diberikan, sebaiknya guru memberikan materi pelajaran disesuaikan dengan
tingkatannya masing-masing. Misalnya: untuk materi peta yang di pelajari di
tingkat SD, SMP, dan SMA.
- Di
tingkatan SD siswa mempelajari peta dasar, peta buta dalam lingkup wilayah yang
sempit, misalnya lingkup wilayah kota masing-masing. Di tingkatan ini siswa
dituntut untuk mengenali peta secara dasar dan membaca peta secara sederhana.
- Di
tingkatan SMP siswa mempelajari peta yang materinya berada pada tingkatan cukup
sulit. Siswa di ajak untuk membuat peta sekolah, rumah, dan wilayah sekitar
secara sederhana serta menghitung skala peta, memperbesar dan memperkecil peta,
serta membaca peta persebaran sumber daya alam di Indonesia, dan sebagainya.
- Di
tingkatan SMA, siswa mempelajari peta yang materinya berada pada tingkatan
sulit. Di tingkatan ini siswa belajar untuk membaca peta tematik, peta kontur,
membuat peta yang lebih kompleks, proyeksi peta, menghitung kontur suatu
wilayah.
- Di
tingkatan perguruan tinggi, mahasiswa mempelajari kartografi, yaitu ilmu bantu
pada disiplin ilmu geografi khususnya pada bidang peta. Pada kartografi ini
mahasiswa dituntut untuk mempunyai keahlian dalam hal membuat peta beserta
semua komponen-komponennya. Membuat berbagai jenis peta secara langsung dengan
cara manual mulai dari menghitung luas lokasi yang akan dipetakan, membuat
skala, sampai pada peta tesebut menjadi sebuah peta yang siap dikonsumsi oleh
publik.
2.
Bagaimana
membangun kompetensi guru Geografi yang adaptif untuk menghadapi perkembangan
pendidikan masa depan?
Pendidikan
merupakan salah satu isu pokok dalam pengembangan suatu bangsa. Hal ini
dikarenakan peran pendidikan sebagai “mesin” pencetak generasi yang akan datang
(generasi masa depan). Sistem pendidikan harus dibangun dengan dasar yang kuat
karena kemungkinan generasi yang dilahirkan ileh dunia pendidikan pada masa
depan adalah generasi yang mengidap syndrome “socio idiot”, yaitu generasi yang
tidak memiliki kemampuan untuk mandiri, yang tidak memiliki kepekaan-kepekaan
sosial, dan asyik dengan dunianya masing-masing.
Manusia juga
merupakan irreversible process dan
manusia sebagai variabel utama dalam proses tersebut. Oleh karena itu
pendidikan harus mampu mengeksplorasi potensi dan talenta siswa sehingga
menjadi manusia yang’’sempurna”. Potensi dan talenta tersebut meliputi ranah
indrawi, rasio, dan hati nurani. Hubungan dan pendekatan yang dilakukan dengan
siswa masa depan bukan sekedar pendekatan rasionalistis, tetapi harus
dikembangkan juga pendekatan emosional dan transendental. Ketiga pendekatan
tersebut akan mampu membentuk keutuhan kepribadian guru dan siswa.
Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan
kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya,
sehingga dapat melakukan perilaku-perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik
dengan sebaik-baiknya. Kompetensi tidak hanya mengandung pengetahuan,
keterampilan dan sikap, namun yang penting adalah penerapan dari pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang diperlukan tersebut dalam pekerjaan. Kemampuan
individu dibentuk oleh dua faktor, yaitu:
a. kemampuan intelektual, merupakan
kemampuan yang diperlukan untuk melakukan kegiatan mental
b. kemampuan fisik merupakan kemampuan
yang di perlukan untuk melakukan tugas-tugas yang menuntut stamina, kecekatan,
kekuatan, dan keterampilan.
Untuk membangun
kompetensi guru geografi yang adaptif untuk menghadapi perkembangan pendidikan
masa depan, yakni dengan meningkatkan kompetensi dalam guru geografi tersebut,
baik kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional. Kondisi siswa pada masa depan berada pada era
globalisasi dimana siswa dapat mengetahui perkembangan yang terjadi di dunia
secara global melalui kecanggihan teknologi, misalnya internet. Dengan
mengakses internet maka siswa bisa mengikuti perkembangan informasi yang
terjadi di seluruh dunia. Hal ini mengakibatkan siswa memperoleh informasi dari
mana saja. Tidak hanya pada guru di sekolah. Bahkan tidak menutup kemungkinan
informasi yang di dapat siswa lebih banyak dan lebih cepata daripada informasi
yang diketahui oleh guru. Untuk itu guru pada masa depan khususnya guru
geografi harus mempersiapkan pembelajaran yang bersifat menyenangkan, tidak
bersifat menggurui siswa. Untuk itu diperlukan peningkatan kompetensi guru.
3.
Bagaimana
membangun wawasan guru IPS supaya mampu membelajarkan materi IPS dengan
pendekatan tematik integratif?
Pembelajaran tematik integratif
merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi
dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian dilakukan
dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, ketrampilan dan pengetahuan dalam proses
pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Dalam
pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Sebagai contoh,
tema “Air” dapat ditinjau dari berbagai mata pelajaran seperti IPA, IPS,
Matematika, bahasa dan seni. Keuntungan
pembelajaran tematik bagi siswa antara lain adalah sebagai berikut:
1. Bisa lebih memfokuskan diri pada
proses belajar, daripada hasil belajar.
2. Menghilangkan batas semu antar
bagian-bagian kurikulum dan menyediakan pendekatan proses belajar yang
integratif.
3. Menyediakan kurikulum yang berpusat
pada siswa – yang dikaitkan dengan minat, kebutuhan, dan kecerdasan; mereka
didorong untuk membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab pada
keberhasilan belajar.
4. Merangsang penemuan dan penyelidikan
mandiri di dalam dan di luar kelas.
5. Membantu siswa membangun hubungan
antara konsep dan ide, sehingga meningkatkan apresiasi dan pemahaman.
Pada dasarnya model pembelajaran
terpadu merupakan sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik individual
maupun kelompok aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip
keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. Pembelajaran terpadu akan
terjadi apabila peristiwa-peristiwa otentik atau eksplorasi tema menjdai
pengendali di dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan berpartisipasi di dalam
eksplorasi tema tersebut, para siswa belajar sekaligus melakukan proses dan
siswa belajar berbagai mata pelajaran secara serempak. Dengan penerapan
pendidikan integratif proses pengajaran menjadi lebih kompleks, hal ini
melibatkan komponen internal dan eksternal. Dua komponen itu berporos dalam
satu kesatuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Komponen internal terdiri
atas tujuan, materi pelajaran, metode, media dan evalusi, sedangkan komponen
eksternal mencakup guru, oarng tua dan masyarakat sekelilingnya. Pembelajaran terpadu seperti yang
dikemukakan Hilda Karli (2003;53) mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Berpusat
pada anak (student centered)
2. Memberi
pengalaman langsung pada anak
3.
Pemisahan antar bidang studi tidak begitu jelas
4.
Menyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran
5.
Bersifat luwes
6. Hasil
pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak
7.
Holistik, artinya suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam
pembelajaran terpadu diamati dan dikaji dari beberapa mata pelajaran sekaligus,
tidak dari sudut pandang yang terkotak-kotak
8.
Bermakna, artinya pengkajian suatu fenomena dari berbagai macam aspek
memungkinkan terbentuknya semacam jalinan antar schemata yang dimiliki siswa.
Pada gilirannya nanti akan berdampak kebermaknaan dari meteri yang dipelajari.
Siswa mampu menerakan perolehan belajarnya untuk memecahkan masalah-masalah
nyata di dalam kehidupannya.
9.
Otentik, artinya informasi dan pengetahuan yang diperoleh sifatnya menjadi
otentik. Guru hanya sebagai fasilitator dan katalisator saja sementara itu
siswa bertindak sebagai aktor pencari informasi dan pengetahuannya. Artinya
siswa memahami sendiri pengetahuan yang diperoleh dari hasil belajar mereka.
Oleh karena itu siswa tidak akan cepet lupa dengan pengetahuan yang
diperolehnya itu.
10. Aktif,
artinya siswa perlu terlibat langsung dan aktif dalam proses pembelajaran,
mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga proses evaluasinya.
Menurut saya, membangun wawasan guru IPS
supaya mampu membelajarkan materi IPS dengan pendekatan tematik integratif
yakni dengan cara meningkatkan kompetensi guru IPS khususnya guru geografi.
Semakin tinggi kompetensi seorang guru IPS maka semakin mampu untuk
membelajarkan materi IPS dengan pendekatan tematik integratif, dimana
pendekatan ini saling menghubungkan antara mata pelajaran yang satu dengan mata
pelajaran yang lain. Pelajaran IPS di tingkat SMP terdiri dari mata pelajaran
Geografi, Ekonomi, Sejarah, dan Sosiologi. Guru IPS di SMP harus bisa
menghubungankan suatu materi dengan ke empat bidang ilmu tersebut yang termasuk
dalam pelajaran IPS. Misalnya pelajaran IPS di SMP membahas tentang materi
negara maju dan berkembang. Dari materi tersebut, bisa ditinjau dari empat
disiplin ilmu. Di lihat dari kacamata ekonomi, bisa dijelaskan tentang
perbedaan perekonomian antara negara maju dan berkembang. Misalnya pendapatan
perkapita di negara maju lebih tinggi daripada di negara berkembang sehingga
beban ketergantungan di negara maju lebih rendah daripada negara berkembang. Di
lihat dari kacamata sosiologi dapat dilihat bahwa perbedaan antara interaksi
sosial masyarakat di negara maju dan negara berkembang. Dilihat dari kacamata
geografi dapat dilihat bahwa sebagian besar negara maju terdapat di belahan
bumi utara dan negara berkembang lebih banyak terdapat dibelahan bumi selatan.
No comments:
Post a Comment