Pages

Geography Education.

Di Blog ini Saya share berbagai informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan khususnya Geography Education

Saturday, December 29, 2012

Latar Belakang Analisis Bahan Ajar Geografi

oleh: Ratri Wulandari
A.    Latar Belakang
Sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran. Sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari buku, perpustakaan, lingkungan tempat belajar, orang yang ahli, dan dari peristiwa yang terjadi. Degeng (1990) menjelaskan bahwa "sumber belajar mencakup semua sumber yang dapat dipergunakan oleh siswa agar terjadi proses belajar. Dalam proses belajar, komponen sumber belajar dimanfaatkan secara tunggal maupun secara kombinasi".

Analisis Bahan Ajar Geografi Tingkat Sma Kelas X Semester I Pada Standart Kompetensi Memahami Konsep, Pendekatan, Prinsip, Dan Aspek Geografi



ABSTRAK

Wulandari, Ratri. 2010. Analisis Bahan Ajar Geografi Tingkat Sma Kelas X Semester I Pada Standart Kompetensi Memahami  Konsep, Pendekatan, Prinsip, Dan Aspek Geografi. Skripsi, Jurusan Geografi, Program Studi Pendidikan Geografi FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing          (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M. Pd, (II) Drs. Budi Handoyo, M. Si

Kata Kunci: analisis bahan ajar, kesesuaian isi materi, konsep, fungsi gambar

Masalah yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran adalah memilih dan menentukan bahan ajar yang tepat dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan materi bahan ajar yang terdapat dalam silabus hanya dituliskan secara garis besar. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dibutuhkan buku teks yang berkualitas. Buku teks merupakan komponen penting dalam setiap kegiatan pembelajaran. Tujuan penggunaan buku teks, yaitu sebagai alat pendukung dalam kegiatan pembelajaran agar dapat berlangsung dengan lancar serta tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai oleh siswa.

Thursday, December 13, 2012

Perebutan Wilayah KASHMIR antara India ddengan Pakistan


Oleh: Ratri Wulandari
Permasalahan perebutan wilayah KASHMIR di Realm Asia Selatan
Ø  Penyebab
Konflik antar negara di Asia Selatan yang mempengaruhi sebagian besar hubungan internasional negara-negara di Asia Selatan. Konflik tersebut terjadi antara India dengan Pakistan yang masih berlangsung hingga sekarang. Konflik tersebut berawal semenjak pasca kemerdekaan India dan Pakistan. Terdapat wilayah dengan nama Kashmir yang diperebutkan kedua negara tersebut. Daerah Kashmir yang subur dan dialiri oleh sungai-sungai utama yang sangat mempengaruhi kondisi geografis Asia Selatan secara keseluruhan. Hal itu yang membuat kedua negara tersebut terus berkonflik hingga saat ini.

Analisis Alih Fungsi Lahan Hutan di Sub DAS BRANTAS HULU

Oleh: Ratri Wulandari
1.    LATAR BELAKANG
Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan struktur perekonomian, kebutuhan lahan untuk kegiatan pertanian cenderung meningkat. Kecenderungan tersebut menyebabkan alih fungsi lahan hutan sulitdihindari. Pertumbuhan penduduk Indonesia saat ini mencapai 1,49%. Denganpertumbuhan tetap saja, akan membawa konsekuensi kebutuhan beras Indonesia pada 2035 mencapai 47,84 juta ton. Untuk memenuhi kebutuhan beras tersebut, diperlukan penambahan 5,3 juta ha sawah baru dari 13 juta ha sawah yang ada sekarang.Tingginya jumlah dan kepadatan penduduk membuat lingkungan Pulau Jawa mengalami tekanan hebat. Lahan yang ada tidak mampu menyediakan semua kebutuhan penduduk. Selain akan mengurangi kualitas hidup penduduk,bencana lingkungan akibat ulah manusia, seperti banjir dan tanah longsor, juga akan semakin sering terjadi. Dalam waktu 80 tahun, penduduk di Jawa naik lebih dari tiga kali lipat. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, jumlah penduduk di Jawa, yang hanya 41,9 juta jiwa pada 1930, melonjak jadi 136,6 juta jiwa pada2010. Padahal, luas Jawa yang hanya 6,79% dari luas daratan Indonesia tidak pernah bertambah. Hal ini berarti pertumbuhan penduduk bersifat linier positif sedangkan luas lahan pertanian mempunyai koefisien regresi mendekati angka nol.

Perubahan Garis Pantai Di Muara Sungai Rejoso Kabupaten Pasuruan



LATAR BELAKANG

Sebagai batas antara daratan dan laut, pantai mempunyai bentuk yang bervariasi dan dapat berubah dari musim ke musim. Baker dan Kaeoniam (1985) menyatakan bahwa pantai adalah area geografis dimana faktor-faktor darat dan laut bercampur dan membentuk bentang lahan dan ekosistem yang unik
Menurut Sutikno (2000) batas wilayah pantai ke arah darat adalah batas pasang surut, vegetasi air, intrusi air laut ke dalam tanah, dan konsentrasi ekonomi bahari. Sedangkan kea rah laut di batasi oleh garis pecahan gelombang dan pengaruh aktivitas manusia di darat. Kegiatan yang dilaksanakan di daerah aliran sungai yang mengakibatkan proses erosi dan deposisi mempunyai pengaruh yang kuat terhadap lingkungan ekosistem pantai.
Sekitar dua per tiga pantai di Pasuruan merupakan pantai landai dengan kemiringan lereng kurang dari 3% dan banyak sungai bermuara di daerah ini. Sungai-sungai tersebut membawa sedimen dari daratan dan mengendapkannya di sekitar muara sungai yang menyebabkan garis pantai semakin lama semakin maju ke arah laut. Menurut Sandi (dalam Eko Kusratmoko, 2000) pantai dengan kemiringan kurang dari 5% dikategorikan sebagai pantai datar. Pada pantai landai ini, material pantai didominasi oleh lumpur dan substrat ini sangat baik untuk pertumbuhan vegetasi mangrove. Oleh sebab itu, pada masa lalu ketebalan hutan mangrove di pantai Pasuruan mencapai ratusan meter bahkan ada yang melebihi satu kilometer. 

Monday, December 3, 2012

PERSEBARAN POPULASI DI DUNIA


oleh Ratri Wulandari
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji syukur kami haturkan kehadirat Alloh SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Salawat dan salam pun penulis haturkan kepada nabi Muhammad SAW yang telah merubah dunia dari masa yang penuh kejahilan menjadi masa yang penuh ilmu.

Monday, November 19, 2012

Geografi Regional Dunia



Oleh : Ratri Wulandari

1.    Cara memandang suatu region dengan menggunakan pendekatan geografi
Region dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas sehingga region dapat dibedakan dengan region-region lainnya. Pendekatan regionlmenekankan pada region sebagai ruang tempat terjadinya suatu gejala atau fenomena. Di dalam pendekatan region yang menjadi perhatian adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola persebaran serta cara mengubah pola tersebut agar persebarannya lebih efisien dan lebih wajar. Unsur-unsur yang selalu berhubungan dengan pendekatan dan analisis keruangan, yaitu sebagai berikut:

Pengaruh Buku Teks Geografi


PENGARUH BUKU TEKS GEOGRAFI PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH


Oleh: Ratri Wulandari



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Sumber belajar merupakan salah satu komponen penting dalam proses belajar mengajar. Siswa yang memiliki kompetensi yang utuh dan tuntas (mastery learning), membutuhkan seorang guru yang kreatif dan inovatif, terutama dalam hal sumber pembelajaran. Sumber belajar dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan belajar terhadap materi yang sedang dipelajari. Degeng (1990) menjelaskan bahwa "sumber belajar mencakup semua sumber yang dapat dipergunakan oleh siswa agar terjadi proses belajar. Sumber belajar dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari buku, perpustakaan, lingkungan tempat belajar, orang yang ahli, dan dari peristiwa yang terjadi.
Dalam proses belajar mengajar, komponen sumber belajar dimanfaatkan secara tunggal maupun secara kombinasi.Sumber belajar akan lebih bermakna jika siswa maupun guru dapat mengorganisasikan sesuatu melalui suatu rancangan yang memungkinkan seseorang dapat memanfaatkannya sebagai bahan untuk belajar. Seorang guru, dalam pengembangan pembelajaran mempunyai kebutuhan untuk mendesain buku teks yang sesuai kurikulum yang berlaku.